Rabu, Februari 13, 2013

Indonesia Produksi 200 Roket Balistik

Roket Rhan 122

Indonesia kembali memproduksi 200 unit roket balistik kaliber 122 mm, berjarak jangkau 15 km sebagai bagian dari program 1.000 roket Kementerian Pertahanan sampai 2014. “Roket Ini melanjutkan 100 unit roket R Han 122 yang telah diproduksi pada 2011,” kata Deputi Menristek Dr. Teguh Rahardjo usai berkunjung ke PT Dahana, Subang, Jumat (20/1). Sebanyak 32 dari 100 unit roket produksi 2011 sudah ditembakkan untuk keperluan pelatihan militer TNI. Sisanya 68 unit akan ditembakkan pada tahap berikutnya.
Produksi 1.000 roket nasional merupakan kerja sama antara PT Dirgantara Indonesia yang memproduksi struktur roket, Lapan yang membuatkan motor roket, PT Pindad memproduksi hulu ledak, serta bahan bakarnya (propelan) oleh PT Dahana.
Tim ini sedang mengembangkan roket balistik kaliber 200 mm berjarak jangkau lebih dari 20 km, serta roket kendali kaliber 200 mm yang sudah diujicobakan sebanyak tiga unit. Lapan sudah menguasai pengembangan roket dasar. Jika kemampuan pendanaan tidak masalah, program roket nasional bisa lebih cepat.

Sejak tahun 1960-an Lapan telah  membuat, roket berkaliber 70, 100, 150, 250 mm. Setelah berhasil, mereka lanjutkan ke roket RX-320 (kaliber 320 mm) dengan jangkauan 40 -70km, serta roket RX-420 dengan jarak tempuh 80 -150 km.
Tahun 2011 Lapan telah menguji roket tiga tingkat: dua roket RX-420 serta satu roket RX-320. Di tahun yang sama Lapan juga mengembangkan roket RX-550 (Kaliber 550mm).
Memasuki tahun 2012 Lapan berkonsentrasi mengembangkan roket 4 tingkat, sebagai Roket Pengorbit Satelit. Roket 4 tingkat ini terdiri 5 roket RX-420 sebagai roket pendorong, serta 1 roket utama RX-320.
Tidak tertutup kemungkinan roket tingkat 4 ini nantinya bisa dimodifikasi ke versi militer, dengan memasang hulu ledak. Lapan terus mempelajari sistem pengendali roket, agar roket roket Indonesia bisa berubah menjadi roket jelajah (cruisser) atau peluru kendali.(Jkgr)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar